Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Kanker’

Virus HPV

Hmm …

Vaksin HPV kanker serviks ditujukan untuk perempuan usia 10-55 tahun.

Vonis prakanker serviks (leher rahim) membuat Veronica, karyawati di Jakarta, terkejut dan stres. Hal itu terjadi 13 tahun lalu. Sebelum penyakit itu berubah menjadi kanker, wanita ini pun menjalani terapi pengobatan dengan loop electrosurgical excision procedure (LEEP).

“Dokter berhasil mengangkat sel abnormal dari leher rahim saya,” ujarnya. Pascapengangkatan sel kanker, ternyata Veronica mengalami keguguran enam kali. “Saya didiagnosis memiliki leher rahim yang inkompeten.”

Menurut hasil penelitian yang dilansir dalam jurnal kesehatan The Lancet terbaru, jenis operasi yang digunakan untuk mengangkat sel abnormal dari leher rahim tersebut–yang jika tidak diobati akan menimbulkan kanker serviks–menimbulkan risiko terjadinya komplikasi kehamilan di kemudian hari. Kesimpulan ini berdasarkan analisis data dari 27 penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan kanker serviks.

Ketua tim penelitian, Dr Maria Kyrgiou, dari Rumah Sakit Central Lancashire Teaching, Preston, Inggris, mengungkapkan wanita yang menjalani prosedur LEEP memiliki risiko paling besar melahirkan bayi prematur atau memiliki bayi dengan berat badan kurang.

Menurut Kyrgiou, dokter seharusnya memperingatkan wanita muda yang memiliki kondisi rahim yang memiliki sel prakanker atau abnormal. “Seharusnya wanita tidak hanya mencari informasi detail mengenai kemanjuran pengobatan tersebut, tapi juga mengetahui dampak jangka panjang terhadap kehamilannya sebelum mereka melakukan terapi tersebut,” ujar Kyrgiou seperti dikutip Medlineplus.com. (lebih…)

Read Full Post »

Hmm …

Dr Graham Colditz dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St Louis, menyimpulkan bahwa berolahraga sejak remaja dapat menurunkan risiko kejadian kanker payudara

Penelitian ini dipaparkan dalam Journal of the National Cancer Institute edisi teranyar. Dalam lembaran-lembaran itu ditunjukkan bahwa olahraga sejak usia 12 tahun bisa melindungi remaja perempuan dari keganasan kanker payudara ketika dewasa kelak.

“Ini adalah poin utamanya,” kata Colditz. Artinya, ia menambahkan, bergerak aktif di usia belasan, manfaatnya bisa maksimal hingga dewasa.

Kesimpulan itu ditarik Colditz setelah melakukan penelitian terhadap 25 ribu perawat berusia 24-42 tahun. Dari jumlah responden itu, 550 di antaranya didiagnosis menderita kanker payudara sebelum menopause. Seperempatnya menderita kanker payudara pada usia lebih muda dan kankernya berkembang menjadi lebih agresif. Wanita yang sejak remaja bergerak aktif cuma memiliki risiko 23 persen sebelum menopause ketimbang wanita yang hanya bermalas-malasan. “Manfaat yang terbesar bisa dipetik jika latihan rutin dilakukan pada usia 12-22 tahun,” ujarnya.
(lebih…)

Read Full Post »