Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2008

Hmm … lama gak nulis nech … lanjut dech … 🙂

Dua bocah berpakaian sederhana asyik mengisap botol susu. Yang satu berusia 2 tahun, sedangkan kakaknya lebih tua 1,5 tahun. Isi botol bening itu bukanlah cairan berwarna putih pekat, melainkan kecokelatan. Sudah bisa ditebak, itu adalah air teh. “Mau gimana lagi, sekarang semua pada mahal, terpaksa jatah minum susu si kecil dikurangi,” ujar Ani, 28 tahun, ketika ditanya alasannya tidak memberikan susu kepada kedua putrinya itu.

Untuk menyiasati dana yang terbatas, dia berhemat dengan mengganti sebagian jatah susu dengan air the, bahkan air tajin. Miris memang, tapi itulah kenyataan. Bukan hanya kedua putri Ani yang kekurangan susu. Menurut Profesor Dr Ir Ali Khomsan, guru besar pangan dan gizi Institut Pertanian Bogor, ada jutaan anak yang mengkonsumsi susu dalam jumlah sangat minim. “Anak-anak Indonesia sangat kurang minum susu, bahkan kita paling rendah bila dibandingkan dengan negara Asia lainnya,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta. (lebih…)

Iklan

Read Full Post »

30 Menit yang Berkualitas …

Hmm …

Bermain dengan anak selama 30 menit per hari lebih baik daripada empat jam seminggu sekali.

Ketika suara azan subuh mulai menggema, Atika mulai bangun dari tidurnya. Ia tak langsung bangun. Mendekati pukul 05.00, ibu tiga anak ini baru bangkit dari peraduannya. Pukul 06.15, ia bersama suaminya sudah siap melaju. Ia masih sempat bertegur sapa dengan si sulung yang tengah sarapan, tapi dua buah hatinya yang lain masih terlelap. Sesekali ia pulang malam sehingga kesempatan untuk bertemu dengan ketiga bocahnya tak ada lagi.

Bila ada kesempatan untuk pulang lebih awal, ibu berusia 38 tahun ini langsung meluncur pulang tanpa menunggu dijemput suaminya. “Biar sempat bermain dengan anak-anak,” ujarnya. Paling tidak, mereka ditidurkan oleh sang bunda tersayang. Model Arzetti Bilbina Setyawan pun mengaku, saat terindah adalah manakala bersama ketiga buah hatinya. “Setiap pulang kerja saya selalu menyempatkan diri bermain dengan anak. Walaupun badan sudah lelah, mau tak mau sebagai ibu hal itu harus saya lakukan,” katanya. (lebih…)

Read Full Post »

Hmm …

Pengarahan perilaku anak-anak dan remaja pastinya tanggung jawab orang tua. Kenakalan mereka menjadi bukti kurang efektifnya bimbingan. Kenakalan yang melebihi batas, misalnya pergaulan (seks) bebas, kini memprihatinkan.

Tengoklah selepas siang, misalnya di banyak warung Internet, kadang terdengar cekikikan beberapa bocah yang membuka-buka situs kategori dewasa. Yang lebih dahsyat, peredaran klip video mesum di telepon seluler yang notabene sudah mereka miliki.

Dari penelusuran sebuah surat kabar di Jawa Timur, baik di Surabaya, Malang, maupun di daerah lain di sana, ternyata para siswa sekolah menengah pertama dan menengah atas mengaku klip porno mudah menyebar antarponsel multimedia.

Belum lagi heboh siswa-siswi sebagai “bintang” adegan syur yang direkam via kamera ponsel. Tak aneh jika para guru pun puyeng. Di banyak sekolah, SMP dan SMA, akhirnya digelar razia ponsel memeriksa isinya.

(lebih…)

Read Full Post »

10 Buah untuk Sehat …

Hmm …

Sangat segar di siang yang terik ini … 😀

Tubuh memerlukan 10 jenis buah dengan 10 porsi dan 10 warna.

Wanita yang ingin mengusir keberadaan diabetes tipe 2 sebaiknya memenuhi piringnya dengan sayuran hijau dan buah-buahan. “Tapi menjauhlah dari jus buah,” inilah pesan para peneliti New Orleans. Dr Lydia A. Bazzano dari Universitas Tulane menyebutkan, melahap tiga porsi buah dengan tambahan satu porsi bayam, kale, atau sayuran hijau lain berkaitan dengan penurunan risiko diabetes lebih dari 18 tahun pada 71.346 perempuan yang terlibat dalam studi ini.

Bazzano dan timnya menemukan tiga porsi buah per hari bisa menurunkan risiko 18 persen diabetes tipe 2, sedangkan satu porsi sayuran hijau memperkecil peluang 9 persen. Dengan catatan, buah-buahan tersebut harus dikonsumsi dalam bentuk aslinya karena meneguk jus buah justru meningkatkan kemungkinan serangan penyakit tersebut hingga 18 persen. “Kandungan gula yang tinggi ditambah bentuknya cairan yang mudah diserap tubuh,” ujarnya seperti dikutip Medlineplus.

Dr Samuel Oetoro, MS, SpGK pun merekomendasikan memilih blender untuk buah-buahan yang ingin dikonsumsi bagi sebagian orang yang tidak sempat mengkonsumsi buah. “Bila diolah menjadi jus, Anda hanya dapat cairannya, seratnya akan terbuang bersama ampasnya,” ia menjelaskan. Sebaliknya, bila dilumatkan menggunakan blender, kandungan seratnya masih tetap ada. Serat tersebut, menurut dia, dapat memperlambat kenaikan kadar gula darah sehingga aman buat penderita diabetes melitus, juga baik untuk pencernaan. Berbeda dengan jus buah tanpa serat yang justru akan mempercepat kenaikan kadar gula darah.

(lebih…)

Read Full Post »