Hmm …
Tidaklah mengejutkan mendengar sejumlah orang lebih suka bekerja beberapa jam tapi mendapat hasil besar. Siapa yang tak mau? “Pasti, itulah yang diinginkan tiap orang,” kata Phil Daly, motivator bisnis pada Pinnacle Business Solutions di Sydney, Australia. “Dengan disiplin dan perencanaan matang, itu sangat dimungkinkan.”
Jika Anda satu dari banyak orang yang menghabiskan waktu saban hari susah payah bermimpi atas bayaran tinggi ataupun waktu senggang, berikut ini jurus yang bisa dipraktekkan seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald edisi 25 Juni lalu.
Mengajukan komplain kepada bos soal kondisi yang buruk dan melobi tanpa ujung untuk naik gaji hanya akan membuang waktu dan membuat frustrasi. Lebih baik menikmati keju dan minum anggur bersama kolega setelah makan siang, singkirkan frustrasi atas kondisi saat ini dan gunakan secara positif. Lakukan identifikasi perusahaan-perusahaan yang lebih menarik dan bagaimana menggaji karyawannya.
Dalam buku The 4-Hour Workweek (Random House), penulis Timothy Ferriss mengklaim punya formula yang bisa membuat siapa pun “lari dari rutinitas 9-5 (nine to five) dan bergabung ke kumpulan juragan (orang kaya) baru”. Dia menolak model lama banting tulang bertahun-tahun yang bertujuan pensiun dengan aset besar karena hanya akan berujung tahun-tahun terbaik Anda terlewatkan. Daly menyebut “hal yang paling utama saat ini adalah waktu dan mobilitas”.
Bila Anda memperoleh hasil baik, pertahankan. Lebih baik lagi jika Anda melipatgandakannya. Daly mengutip prinsip pareto atau yang dikenal aturan 80-20. Artinya, 80 persen hasil berasal dari 20 persen sebab. Dengan lain kata, 80 persen penjualan dari 20 persen klien. Bagi para pemilik perusahaan mikro, itu adalah kesempatan besar untuk berfokus pada 20 persen faktor sembari mengucapkan selamat tinggal terhadap tindakan membuang-buang waktu. Hasilnya: banyak uang dalam waktu singkat. “Melakukan prioritas adalah kunci meningkatkan pendapatan dan memaksimalkan waktu senggang,” tutur Daly.


